17 Jul 2018
Home
×
Login Area
Tentang LKK
Struktur Organisasi
Keanggotaan
Program & Layanan
Agenda Kegiatan
HS CODE & Tarif Pabean
Peta Logistik
Tips
Peraturan Pemerintah
×
User ID/Email

Password

Register
×
Jadwal Kapal
Port Asal :
Port Tujuan :
 
×

PENDAFTARAN
No KADIN
Perusahaan*
Alamat *
 
*
Kode Pos
Telepon *
HP/Seluler
Fax
Email
Website
Pimpinan
Jabatan
Personal Kontak
Bidang Usaha
Produk/Jasa *
Merek
ISIAN DATA KEANGGOTAAN ONLINE**)
Email
Nama lengkap
Password
Retype Password
Code ==> Verify

*) Wajib diisi
**) Diisi jika menghendaki keanggotaan Online.

×

 
LKK KADIN DKI JAKARTA
FREE CONSULTATION, REGISTER NOW !
Supported by
KADIN DKI JAKARTA

Cegah Penumpukan, Bea Cukai Tanjung Priok Minta Pengguna Jasa Urus Kepabeanan Peti Kemas - 28 Jun 2018

Customsjakarta.com, Jakarta – Guna mencegah penumpukan peti kemas, Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Priok mengimbau pengguna jasa dan importir untuk segera mengurus proses kepabeanan pengeluaran peti kemasnya agar barang impor tidak menumpuk terlalu lama yang menyebabkan terkena biaya penumpukan progresif di lini satu pelabuhan Priok.

Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Priok, Dwi Teguh Wibowo mengatakan permohonan pengajuan dokumen pengeluaran barang impor di KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok belum terlalu signifikan ketimbang hari biasanya.

"Secara rata-rata aktivitas pengeluaran barang impor di Priok baru sekitar 60% dan belum sampai 100%. Ini kemungkinan sebagian perusahaan importir masih ada yang libur. Apalagi besok (Rabu) juga ada libur nasional terkait Pilkada," ujarnya, Selasa (26/6).

Dwi Teguh mengatakan Bea dan Cukai Priok tetap buka dan melayani 24/7 untuk layanan kepabeanan ekspor maupun impor di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu. Hingga saat ini kondisi pelabuhan Priok relatif aman dan tidak terjadi kepadatan peti kemas di dalam pelabuhan.

Kondisi ini, imbuhnya, lantaran sebelum memasuki libur Lebaran instansinya sudah mengimbau agar pengelola terminal peti kemas melakukan pindah lokasi penumpukan/overbrengen peti kemas impor ke lokasi buffer atau tempat penimbunan sementara (TPS) di wilayah pabean Priok agar yard occupancy ratio (YOR) di terminal tetap terjaga.

"Saat ini YOR di masing-masing terminal peti kemas ekspor impor Priok rata-rata hanya 50% s/d 60%," paparnya.