13 Nov 2018
Home
×
Login Area
Tentang (LKK)
Struktur Organisasi
Keanggotaan
Berita
Program & Layanan
Agenda Kegiatan
HS CODE & Tarif Pabean
Peta Logistik
Tips
Peraturan Pemerintah
×
User ID/Email

Password

Register
×
Jadwal Kapal
Port Asal :
Port Tujuan :
 
×

PENDAFTARAN
No KADIN
Perusahaan*
Alamat *
 
*
Kode Pos
Telepon *
HP/Seluler
Fax
Email
Website
Pimpinan
Jabatan
Personal Kontak
Bidang Usaha
Produk/Jasa *
Merek
ISIAN DATA KEANGGOTAAN ONLINE**)
Email
Nama lengkap
Password
Retype Password
Code ==> Verify

*) Wajib diisi
**) Diisi jika menghendaki keanggotaan Online.

×

 
LKK KADIN DKI JAKARTA
FREE CONSULTATION, REGISTER NOW !
Supported by
KADIN DKI JAKARTA

 

BPS Sebut Kegiatan Ekspor September 2018 Turun 6,58% - 15 Okt 2018

Customsjakarta.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total ekspor September 2018 mencapai US$14,83 miliar atau turun 6,58% dibandingkan bulan sebelumnya. Hal itu disampaikan dalam rilis data ekspor impor Indonesia sampai dengan September 2018 di Gedung BPS, Jakarta, Senin (15/10).

Penurunan kinerja ekspor ini dipicu oleh melemahnya ekspor di sektor migas maupun sektor nonmigas. Ekspor di sektor migas mengalami penurunan sebesar 15,81%, sedangkan sektor non migas menyusut 5,67%.

Deputi Bidang Statistik BPS Yunita Rusanti mengatakan, total perkembangan ekspor bulan ini tetap positif dengan peningkatan 1,70 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Pada September 2017, nilai ekspor hanya USD14,58 miliar.

"Penurunan ekspor migas disebabkan menurunnya ekspor hasil minyak 18,11 persen menjadi USD105,4 juta dan ekspor minyak mentah 17,69 persen menjadi USD464 juta, demikian juga dengan gas turun 13,97 persen menjadi USD 637,8 juta," paparnya.

Meski demikian, secara kumulatif nilai ekspor sejak Januari-September 2018 mencapai USD134,99 miliar. Realisasi ini meningkat 9,41 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2017 yang sebesar USD123,38 miliar.

Yunita melanjutkan penurunan terbesar ekspor nonmigas September 2018 terhadap Agustus 2018 terjadi pada mesin/peralatan listrik sebesar USD98,2 juta atau 11,48 persen. Sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar USD75,3 juta  atau 18,86 persen.