13 Nov 2018
Home
×
Login Area
Tentang (LKK)
Struktur Organisasi
Keanggotaan
Berita
Program & Layanan
Agenda Kegiatan
HS CODE & Tarif Pabean
Peta Logistik
Tips
Peraturan Pemerintah
×
User ID/Email

Password

Register
×
Jadwal Kapal
Port Asal :
Port Tujuan :
 
×

PENDAFTARAN
No KADIN
Perusahaan*
Alamat *
 
*
Kode Pos
Telepon *
HP/Seluler
Fax
Email
Website
Pimpinan
Jabatan
Personal Kontak
Bidang Usaha
Produk/Jasa *
Merek
ISIAN DATA KEANGGOTAAN ONLINE**)
Email
Nama lengkap
Password
Retype Password
Code ==> Verify

*) Wajib diisi
**) Diisi jika menghendaki keanggotaan Online.

×

 
LKK KADIN DKI JAKARTA
FREE CONSULTATION, REGISTER NOW !
Supported by
KADIN DKI JAKARTA

 

Pelindo II Tekan Dwelling Time Arus Peti Kemas Pelabuhan Pontianak Naik 12% - 16 Okt 2018

Customsjakarta.com, Jakarta - Manajer Terminal Petikemas IPC TPK Pontianak Hendri Purnomo mengatakan sejak  PT Pelabuhan Indonesia II/Indonesia Port Corporation (IPC) menekan dwelling time  atau waktu inap peti kemas di Pelabuhan Indonesia II cabang Pontianak, Kalimantan Barat, membuat tren arus kontainer di pelabuhan itu terus meningkat.

Hendri  paparkan pertumbuhan volume bongkar muat peti kemas (throughput) di Pelabuhan Pontianak rata-rata naik 8% sampai dengan 12% per tahun.
Sebelumnya, pada 2017 throughput di pelabuhan ini tercatat 244.485 twenty foot equivalent units (TEUs) atau meningkat dari tahun sebelumnya 209.520 TEUs, sedangkan rasio kepadatan lapangan penumpukan (yard occupancy ratio/YOR) rata-rata 50%.

"Pencapaian ini juga berkat kerja sama dengan pihak shipping line yang tak lama setelah proses bongkar muat selesai memindahkan kargo ke depo-depo sebagai buffer area," ujarnya senin (15/10).

Menurutnya, dengan troughput yang sudah mencapai 240.000 TEUs dan kapasitas terminal eksisting 300.000 TEUs, percepatan arus barang yang keluar masuk pelabuhan betul-betul menjadi prioritas.

"Hasilnya, dengan dwelling time dan YOR yang sama-sama rendah, kongesti pun bisa dihindari," paparnya.

Selain itu, kata Hendri, pelayanan kapal berjadwal atau windows system serta lay out ulang lapangan penumpukan juga turut membantu kelancaran bongkar muat peti kemas di pelabuhan ini.

Dia mengutarakan dari sisi suprastruktur, manajemen Pelindo II/IPC telah memodernisasi alat-alat bongkar serta perawatan alur untuk mengurangi tingkat sedimentasi.

Dengan berbagai upaya tersebut, kapasitas terminal yang semula hanya 100.000 TEUs pun kini meningkat menjadi 300.000 TEUs. "Di sini kita bersinergi dengan semua stakeholders untuk sama-sama meningkatkan kelancaran arus barang."